Selasa, 29 Desember 2009
Minggu, 27 Desember 2009
hari pertama
akhir desember dan awal januari adalah masa-masanya untuk liburan. yang bersekolah apalagi. yang perantauan termasuk waktu pulkam alternatif selain saat libur ramadhan dan lebaran. termasuk abi dan ummi ku.ini adalah pengalaman pertama bagi mereka setelah lebih dari tiga tahun merantau kesini, dan juga pengalamanku dan saudara 'hidup' tanpa orang tua.
hari ini adalah hari pertama, kami mengantar sampai pinggir jalan. miqdad tidak ikut karena kalah oleh kantuknya mungkin. sebenarnya agak deg2an sie.
tapi hari ini berjalan sangat hebat. arina ngga tau kesambet apa bongkar2 lemari depan. sebenarnya awalnya mau ngasih saran tapi seperti biasa dia marah teriak (nyaris) ya sudah kami biarkan dia sibuk dengan keinginannya.setelah beberapa saat wow akhirnya bagus he. tak trbayang bisa serapi itu. mengingat tadi memulainya dengan (nyaris) marah-marah. hehe
jadi abi ummi, jangan khawatir kan kami. selamat liburan, semoga bisa bersenag-senang.seharian keadaan aman terkendali. tak ada ribut besar. kalau yang kecil biasa si bungsu mu masih kurang bisa menahan diri.
hari ini adalah hari pertama, kami mengantar sampai pinggir jalan. miqdad tidak ikut karena kalah oleh kantuknya mungkin. sebenarnya agak deg2an sie.
tapi hari ini berjalan sangat hebat. arina ngga tau kesambet apa bongkar2 lemari depan. sebenarnya awalnya mau ngasih saran tapi seperti biasa dia marah teriak (nyaris) ya sudah kami biarkan dia sibuk dengan keinginannya.setelah beberapa saat wow akhirnya bagus he. tak trbayang bisa serapi itu. mengingat tadi memulainya dengan (nyaris) marah-marah. hehe
jadi abi ummi, jangan khawatir kan kami. selamat liburan, semoga bisa bersenag-senang.seharian keadaan aman terkendali. tak ada ribut besar. kalau yang kecil biasa si bungsu mu masih kurang bisa menahan diri.
Jumat, 18 Desember 2009
Jumat, 04 Desember 2009
Kamis, 26 November 2009
UN lagi!!!!
gambar disamping adalah salah satu kunci jawaban yang dibagikan pengawas ketika paket c...
salah satu produk yang di hasilkan UN
katanya UN ditiadakan kelas XII disekolah saya melompat kegirangan. Mahkamah agung menolak kasasi yang diajukan pemerintah katanya presiden, wapres, mendiknas, dan Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) lalai memenuhi kebutuhan hak asasi manusia (HAM) di bidang pendidikan.Trus kata mahkamah agung mereka ini alias pemerintah juga lalai lalai meningkatkan kualitas guru.
UN katanya menyebabkan gangguan psikologi pada para peserta UN yang gagal. Saya sendiri merasakan memang tidak mudah menerima kegagalan ini. Walaupun kata guru saya gagal Un bukan akhir dari segalanya tapi tetap saja rasanya separuh kehidupan saya lenyap terbang entah kemana. Sampai saat ini saya masih terseok-seok mengumpulkannya kembali. Susah menerimanya, sangat susah malah. Apalagi ada diantara teman yang lulus kualitas belajarnya dibawah kita selama bersekolah bersamanya. Dan sungguh menyakitkan ketika pemerintah mengatakan mereka mengadakan ujian ulang (menurut saya maksudnya paket C) untuk mengurangi stres peserta didik. Bagi saya tidak sama sekali malah menambah stres. Pada angkatan saya paket C diadakan seminggu setelah pengumuman hasil UN dimana jiwa saya masih terpuruk, jadi boro-boro membuka buku lagi pelajaran yang sudah nempel di otak aja udah ngga tau menghilag kemana. Jadilah saya mengikuti prosedur yang biasa terjadi. Ikut paket C seperti yang lainnya. Dan ternyata apa yang saya dapat? ya foto yang ada di atas. Saya hampir selalu menjadi yang terakhir keluar ruang ujian karena mencoba mendayakan otak yang saya punya mengerjakan soal, walau akhirnya tetap menyerah karena memang otak.hati dan jiwa saya tidak dalam keadaan yang baik di tambah dengan mengetahui kondisi yang sangat bertentangan dengan hati nurani saya. Akibatnya hasil ujian paket C tidak saya sentuh sama sekali, hanya ketika di berikan oleh ibu saya melihatnya sekilas dan ijazahnya belum saya ambil kesekolah samai sekarang. Saya sudah memutuskan tahun ini akan ikut UN lagi.
Ini adalah penilaian saya terhadap UN. subjektif memang tapi segala sesuatu harus dilihat dari banyak sisi kan. Jadi jika ada yang kurang berkenan mohon maaf ya,,kata pengawas ujian saya ketika paket C kurang lebih begini "tolong yang terjadi sekarang ini kita-kita saja yang tau ini kan untuk kalian juga."
jadi maaf ya bu saya tidak bisa menyimpan semuanya sendiri. Masa ibu tega menjerumuskan generasi penerus ibu hanya untuk mengenyangkan perut. mohon di pikirkan ya bu...dan juga ibu atau bapak yang lain yang pernah terbat hal-hal semacam ini.
Rabu, 25 November 2009
Langganan:
Postingan (Atom)